Fish

Selasa, 25 September 2012

Pengertian Sosiologi, Ilmu Sosial dan Akal Sehat


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Sejak  lahir  hingga sekarang, kita hidup ditengah masyarakat. Kehidupan bersama  itu  melahirkan  berbagai  pengalaman  berhubungan  dengan  orang lain. Di satu  pihak,  kita  membutuhkan  kehadiran orang lain. Di pihak lain, kita ingin sendiri dan  tidak  ingin  di  ganggu.  Singkatnya,  pengalaman  hidup  bersama orang lain - mulai   dari  keluarga,  sekolah,  sampai  masyarakat – menyadarkan  kita akan persamaan  maupun  perbedaan  kita  dengan  orang  lain.

Hubungan  antara  individu-individu  dengan  kesamaan  dan  perbedaan itu menimbulkan berbagai fenomena dalam masyarakat, berupa kerja sama dan pertentangan.  Hubungan-hubungan  yang  senantiasa  terjadi  ini  juga mengakibatkan masyarakat  selalu  berubah,  mengalami  kemajuan  atau kemunduran. Dan sosiologi lahir  sejak  manusia  mulai  bertanya  tentang masyarakat, terutama tentang perubahannya  tersebut.  Pertanyaan-pertanyaan  tersebutlah  yang  selalu    diajukan  oleh  para  sosiolog.  Singkatnya,  sosiologi  memperhatikan  manusia  sebagai bagian dari  masyarakat.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan   latar  belakang  yang  telah  di paparkan  di atas maka dapat  dirumuskan  bahwa masalah  yang  akan  dibahas  pada  makalah  ini  adalah mengenai:
Ø  Apa yang di maksud dengan sosiologi..??
Ø  Bagaimana hubungan antara sosiologi dan ilmu social di dalam masyarakat..??

C.    Tujuan
Ø  Untuk  mengetahui  pengertian  dari  sosiologi
Ø  Untuk  mengetahui  pengertian  ilmu  social  &  akal sehat


BAB II
PEMBAHASAN

  1. Perkembangan Sosiologi

Latar  belakang  sosial  lahirnya  sosiologi  adalah  perubahan masyarakat di Eropa  Barat  akibat  Revolusi  industri  ( Inggris )  dan  Revolusi  Perancis. Banyak orang  pada   masa   itu   berharap   bahwa   revolusi   industri   dan  revolusi prancis bakal  memabawa   kemajuan   dengan   munculnya   teknologi   baru yang mempermudah  sekaligus   meningkatkan   produksi  masyaraka  dan  berharap  akan timbul  Kesamaan  (egalite),   Persaudaraan   (fraternite)   dan   Kebebasan  (liberte)  yang  menjadi  semboyan dari  revolusi.

Akan  tetapi  apa  yang  diharapkan  tidak  ada  dalam  kenyataan.  Revolusi   memang    telah    mendatangkan   perubahan   namun   pada  saat  yang  sama   juga   telah   mendatangkan   kekuatiran   yang   lebih  besar  yaitu  timbulnya  anarki (situasi tanpa  aturan)  dan  kekacauan  lebih  besar  setelah  Revolusi Perancis dan sebagai akibat  dari  Revolusi  Industri  timbul  kesenjangan   sosial   yang   baru antara yang kaya dan  yang  miskin.  Oleh  karena  itu  banyak  para  ahli  membuat diskripsi ilmiah atas   situasi   sosial   tersebut  sehingga  timbulah  ilmu  sosiologi  yang  mempelajari tentang hubungan individu di dalam masyarakat.

B.     Pengertian Sosiologi

Istilah sosiologi pertama kali dikemukakan oleh ahli filsafat, moralis, dan sekaligus  sosiolog  berkebangsaan  Prancis, Auguste Comte (1798-1857), melalui  Cours  de  Philosophie  Positive.   Auguste   Comte  disebut  sebagai  Bapak  Sosiologi di  dunia   internasional.  Menurut  Comte,  Sosiologi  berasal   dari  bahasa Yunani  yaitu   kata  socius   dan   logos,   di mana  socius  memiliki  arti  kawan ( teman / sesama)  dan  logos  berarti   kata   atau   berbicara.   Jadi  pada dasarnya, sosiologi berarti “ Berbicara  tentang  teman  atau  sesama  (masyarakat)”.  Di Indonesia juga memiliki  tokoh  utama  dalam  ilmu  sosiologi  yang  disebut  sebagai  Bapak Sosiologi Indonesia  yaitu  Selo  Soemardjan
Sebagai  sebuah  ilmu,  sosiologi  merupakan  pengetahuan  kemasyarakatan  yang tersusun dari hasil-hasil  pemikiran  ilmiah dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang  lain  atau umum. Berikut ini defenisi-defenisi sosiologi yang dikemukakan berbagai  ahli,  diantaranya  adalah:

1.      Emile Durkheim
ð  Sosiologi  adalah  suatu  ilmu  yang  mempelajari  fakta  sosial,  yakni   fakta  yang  mengandung  cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu, dan  fakta  tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

2.      Pitirim Sorakin
ð  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
Ø  Hubungan dan penagruh timbal balik antara aneka macam gejala social (misalnya gejala ekonomi, agama, keluarga dan moral)
Ø  Hubungan timbal balik antara gejala social dengan gejala nonsosial (gejala geografis & Biologis)
Ø  Cirri-ciri umum semua jenis gejala social lainnya.

3.      Selo  Soemardjan  dan  Soelaiman  Soemardi
ð  Sosiologi  adalah  ilmu  masyarakat  yang  mempelajari tentang  struktur sosial dan proses-proses  sosial,  termasuk  perubahan-perubahan  sosial.

4.      William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
ð  Sosiologi  adalah  penelitian  secara  ilmiah  terhadap  interaksi  sosial  dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

5.      J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
ð  Sosiologi  adalah  ilmu  pengetahuan  tentang  struktur-struktur  dan proses-proses kemasyarakatan  yang bersifat  stabil

6.      Roucek dan warren
ð  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
7.      Allan Johnson
ð  Sosiologi  adalah  ilmu  yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam  kaitannya dengan  suatu system social dan bagaimana system tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi system itu.


8.      Soerjono Soekanto
ð  Sosiologi  adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan  yang  bersifat  umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola  umum  kehidupan  masyarakat

Dari   beberapa   defenisi  di  atas  dapat disimpulkan  bahwa  sosiologi adalah ilmu  yang  membicarakan  apa  yang  terjadi  saat   ini,   khususnya   pola-pola  hubungan   dalam    masyarakat   (hubungan   antara   individu   dengan individu, individu  dengan   masyarakat,  dan  masyarakat   dengan    masyarakat),   serta   berusaha   mencari   pengertian-pengertian  umum,   rasional, dan  empiris   tentang  masyarakat.  Rasional  berarti  apa  yang  dipelajari   sosiologi  selalu  berdasarkan  penalaran  dan  empiris.

C.    Karakteristik  dan  Hakikat  Sosiologi

Sosiologi  merupakan  salah  satu   ilmu social  yang  mempelajarai masyarakat.  Sebagai   ilmu  pengetahuan,  sosiologi  memiliki  karakteristik  sebagai berikut:
Ø  Empiris,   artinya   ilmu   pengetahuan  tersebut   didasarkan  pada  observasi  terhadap kenyataan  dan  akal   sehat   serta   hasilnya   tidak  bersifat  spekulatif  (menduga-duga).
Ø  Teoritis,  artinya  suatu  ilmu  pengetahuan  yang   selalu  berusaha  untuk    menyusun  abstraksi  dari  hasil-hasil  pengamatan.  Abstraksi  tersebut  merupakan kesimpulan  logis  yang  bertujuan    menjelaskan   hubungan   sebab   akibat  sehingga  menjadi  teori.
Ø  Kumulatif,  artinya  disusun  atas  dasar  teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki,  memperluas,  serta  memperkuat  teori-teori  yang  lama.
Ø  Nonetis,  artinya  pembahasan  suatu  masalah   tidak  mempersoalkan baik atau buruk  masalah  tersebut, tetapi  lebih  bertujuan  untuk  menjelaskan  masalah tersebut  secara  mendalam.

Hakikat  sosiologi  sebagai  ilmu  pengetahuan  antara  lain  sebagai  berikut:
Ø  Sosiologi   adalah   ilmu  social,  hal  ini  sesuai   dengan   kenyataan  bahwa  sosiologi  mempelajari   atau   berhubungan   dengan  gejala-gejala      kemasyarakatan
Ø  Dilihat  dari  segi  penerapannya,  sosiologi  dapat  digolongkan  ke dalam ilmu pengetahuan  murni  (pure science)  dan  dapat  pula menjadi terapan (applied science)
Ø  Sosiologi   adalah    ilmu   pengetahuan   yang  abstrak   dan  bukan  pengetahuan yang   konkret.   Artinya,   yang   menjadi   perhatian   adalah   bentuk   dan   pola-pola  peristiwa  dalam   masyarakat   secara   menyeluruh,  bukan  hanya  peristiwa  itu  sendiri.
Ø  Sosiologi   bertujuan   untuk   menghasilkan   pengertian-pengertian  dan   pola-pola umum  manusia dan masyarakatnya. Sosiologi  meneliti dan mencari apa yang menjadi  prinsip  dan  hukum-hukum  umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk,  isi  dan  struktur  masyarakat.
Ø  Sosiologi  merupakan  ilmu pengetahuan  yang  umum,  bukan  khusus,  artinya mempelajari   gejala-gejala   umum  yang  ada  pada interaksi  antar  manusia.

D.    Objek  Kajian Sosiologi

Obyek    studi   atau    kajian    sosiologi    dapat    dipahami   dengan  segi material  maupun   segi  formalnya. Secara  material,  objek    studi   sosiologi   adalah   manusia,    namun    sosiologi    mempelajari  manusia  dari  aspek sosial  yang  kita  sebut   masyarakat,   yakni   hubungan   antara   manusia  dan  proses sebab   akibat   yang    timbul   dari   hubungan   sosial  dalam  masyarakat    sehingga  membentuk  struktur  sosial.

Masyarakat   itu   sendiri  adalah  kesatuan  hidup  anusia  yang  berinteraksi  menurut  sistem  adat-istiadat   tertentu   yang  bersifat  kontinu  dan  terikat oleh  rasa  identitas   bersama.   Adat   istiadat :  tata   kelakuan  yang  kekal  dan turun-temurun  dari  generasi  ke  generasi lain  sebagai  warisan sehingga  kuat  integrasinya dengan  pola-pola   perilaku   masyarakat
Adapun  Ciri-ciri  dari  masyarakat itu  sendiri adalah :
Ø  Adanya  manusia  yang  hidup  bersama  yang  dalam  ukuran  minimalnya   berjumlah dua orang atau lebih
Ø  Adanya   pergaulan  (hubungan) dan  kehidupan bersama antara manusia  dalam waktu yang cukup lama.
Ø  Adanya kesadaran  bahwa  mereka  merupakan  suatu  kesatuan
Ø  Adanya  sistem  hidup  bersama  yang  menghasilkan  kebudayaan

Sedangkan    untuk  objek   formalnya,   Emile Durkheim  menyatakan  bahwa  di  balik  manusia  sebagai  individu dan kelompok,  ada  fakta  social  berupa cara bertindak,  berfikir,   dan  berperasaan yang berada  di  luar  individu tersebut.  Sedangkan   menurut  Weber,  di  balik   individu   dan  kelompok terdapat tindakan social,   yaitu  suatu  tindakan yang  dilakukan  dengan mempertimbangkan  perilaku  orang  lain.  Jadi,  menurut  dua  tokoh   ini,  objek  formal  sosiologi   adalah   fakta  social   atau   tindakan   social.   Namun,  menurut  Alex Inkeles (1965),  perhatian  utama   sosiologi   adalah   hubungan  social,   institusi/lembaga,   dan   masyarakat,   yang   menjadi   unit  analisis  tersendiri  dalam ilmu  sosiologi.

Selain  itu Astrid S. Susanto  membedakan Obyek Sosiologi menjada dua macam, yaitu:
Ø  Obyek   materi   dari   sosiologi   adalah   kehidupan  sosial manusia, dan  gejala   serta  proses  hubungan  antar  manusia  yang  mempengaruhi  kesatuan hidup bersama.
Ø  Obyek  Formal  dari  sosiologi  adalah  pengertian terhadap lingkungan hidup manusia  dalam  kehidupan sosial, meningkatkan kehidupan harmonis masyarakatnya,  meningkatkan  kerja  sama  antar  manusia.
           
E.     Sosiologi  di  Antara  Ilmu  Lain

Sosiologi  termasuk  ke dalam salah satu ilmu social. yang obyeknya adalah masyarakat.  Secara  umum  dapat  dikatakan  bahwa  ilmu  sosiologi  adalah  mempelajari  masyarakat  secara keseluruhan beserta hubungan-hubungannya yang terjadi  didalamnya.  Untuk  jelasnya  perlu  diadakan  perbandingan  dengan ilmu sosial lainnya.
Ø  Segi Ekonomi :  yang  menjadi  perhatiannya  adalah  bagaimana  memproduksi, mendistribusi  dan  memasarkan  barang dan jasa ( hanya segi ekonomi yang dipelajari ), akan tetapi   tetapi sosiologi mempelajari  unsur-unsur  kemasyarakatan secara  umum,   terutama   pola-pola   hubungan,   misalkan   adanya   stratifikasi   dari  segi   ekonomi   contoh  golongan   ekonomi  atas,  menengah  dan rendah.
Ø  Segi Politik : yang  dibahas  adalah   hal-hal  yang   menyangkut   kekuasaan,   negara,  kebijaksanaan,  pengambilan  keputusan, pembagian. Sedangkan yang dibahas  sosiologi  adalah  mengenai bentuk-bentuk kerjasamanya, persaingan ataupun  mengenai  conflict  yang  terjadi.  Dan demikian pula dengan ilmu sosial yang lain.

Sosiologi  merupakan  ilmu murni  sekaligus terapan. Dilihat dari objeknya, sosiologi  termasuk  pada  kelompok  ilmu-ilmu  social  yang  mempelajari  manusia, khususnya yang menyangkut perilaku manusia. Sedangkan jika dilihat dari segi penerapannya,  ilmu  tersebut  di golongkan  ke  dalam:
Ø  Ilmu  pengetahuan  murni,  yaitu  ilmu  yang  bertujuan  untuk  membentuk  dan mengembangkan  pengetahuan  secara  abstrak  guna mempertinggi mutu pengetahuan  tersebut,  namun  segi  penerapannya  bukan  perhatian  utama.
Ø  Ilmu pengetahuan terapan, yaitu ilmu yang bertujuan untuk mencari cara-cara mempergunakan  pengetahuan  ilmiah  guna  memecahkan  masalah  praktis.

Sebagai ilmu murni sekaligus terapan, tujuan sosiologi adalah melakukan pencarian tentang masyarakat dan mencari cara-cara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di masyarakat.

BAB III
PENUTUP


  1. Kesimpulan

Sosiologi  adalah  ilmu  yang  membicarakan   apa   yang   terjadi   saat    ini,   khususnya    pola-pola   hubungan    dalam    masyarakat    (hubungan   antara   individu   dengan individu, individu  dengan   masyarakat,  dan  masyarakat   dengan    masyarakat),    serta   berusaha   mencari   pengertian-pengertian  umum,   rasional, dan  empiris    tentang   masyarakat.   Rasional   berarti   apa  yang  dipelajari   sosiologi  selalu  berdasarkan  penalaran  dan  empiris. Selain itu sosiologi  merupakan  pengetahuan   kemasyarakatan    yang    tersusun   dari  hasil-hasil   pemikiran   ilmiah dan  dapat  dikontrol   secara   kritis  oleh  orang   lain  atau umum.  Sebagai  ilmu    murni  sekaligus  terapan,   tujuan   sosiologi   adalah  melakukan  pencarian  tentang masyarakat  dan  mencari   cara-cara  untuk   menyelesaikan  berbagai  masalah  yang  ada  di masyarakat






















DAFTAR PUSTAKA



Idianto  Muin,  2006,  Sosiologi”,  Erlangga,  Jakarta

Godam64, 2008, “Definisi/Pengertian  Sosiologi,  Objek,  Tujuan,  Pokok  Bahasan  Dan  Bapak  Ilmu  Sosiologi”,  http://organisasi.org.com


Dept.comp.soc. BFI, “Sosiologi sebagai ilmu”,  http://compsoc.bandungfe.net/index

Defenisi  sosiologi  menurut  para  ahli”,  2009,   http://www.anakkendari.co.cc





























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar