Fish

Minggu, 19 Oktober 2014

DAFTAR MAHASISWA PKP POKJAR KERKAP BENGKULU UTARA
MASA UJIAN 2014.2 PROGRAM PENDAS UNIVERSITAS TERBUKA

KELOMPOK A



KELOMPOK B


BAGI NAMANYA YANG BELUM TERTERA DIATAS, BERGABUNG DENGAN KELOMPOK A.

Senin, 15 September 2014

PROPOSAL SUPLAYER ( IKAN LELE, IKAN NILA, AYAM, DAN BEBEK )



Proposal Perencaan Bisnis
SUPLAYER ( IKAN LELE, IKAN NILA, AYAM, DAN BEBEK )

LATAR BELAKANG
Dengan semakin banyaknya para pedagang kuliner Pecel Lele dan Makanan di Kota Bengkulu. Kami berupaya dengan kemampuan dan bakat yang kami miliki untuk membuka suatu usaha di bidang Suplayer ( Ikan Lele, Nila, Ayam, dan Bebek), Yang dibutuhkan oleh para pedagang Kuliner tersebut.
Dimana kegiatan Produksi ini mudah dilaksanakan karena cukup menggunakan teknologi yang sederhana, Selain itu Bahan baku yang dibutuhkan cukup banyak tersedia, kami tinggal menjalin kerja sama dengan para peternak yang ada di sekitar kota Bengkulu. Sehingga para pedagang tidak perlu repot lagi mencari – cari bahan baku yang mereka butuhkan.
            Dengan usaha yang kami rintis ini, kami yakin usaha ini akan dapat meningkatkan pendapatan baik bagi suplayer maupun para peternak, karen mereka tidak susah lagi untuk memasarkan hasil perternakan mereka, apalagi lokasi dan lahan yang mereka kerjakan tidak teralalu jauh dan sulit di tempuh oleh alat transfortasi.

ASPEK PERENCANAAN BISNIS
Aspek Perencanaan Strategis
            Wirausaha yang kami jalani ini akan berkerja sama dengan para peternak – peternak yang ada di kota bengkulu, dimana hasil ternak yang kami beli dari para pedagang terlebih dahulu kami tampung di penampungan yang sudah kami sediakan, setelah itu baru kami melakukan sortir atau seleksi terhadap ternak – ternak tersebu,, mana yang berkualitas baik mana yang tidak, sehingga produk yang kami tawarkan kepada para pedagang merupakan hasil produk yang baik atau unggul sesuai dengan yang dibutuhkan para pedagang.
            Dengan didukung tempat pemasaran kami yang sangat strategis dan mudah di jangkau, jadi para pedagang tidak akan kesulitan menghubungi kami atau mereka bisa melakukan pemesanan bahan baku melalui layanan telpon yang kami sediakan.
            Usaha yang kami jalani ini juga menadapatkan izin dari pihak terkait, jadi para pedagang tidak akan takut dan khawatir atas usaha yang kami jalani. Dengan pengalaman dan usaha yang keras dan tekun kami yakin usaha ini mempunyai prospek dan peluang bisnis di masa depan karena sudah mulai banyaknya masyarakat yang menyukai kuliner ini.

Aspek Pemasaran.
Produk atau bahan baku (Ikan lele, nila, bebek dan ayam) yang kami tawarkan kepada para pedagang terdiri dari dua macam yaitu bahan baku yang masih metah atau hidup dan bahan baku yang setengah jadi yang sudah di bumbui dan di kemas sesuai dengan permintaan atau pesanan para pedangang. Dengan jaminan kualitas terbaik.
            Usaha ini mempunyai potensi yang cukup bagus karena di kota bengkulu sudah mulai banyak di bukanya warung – warung pecel lele yang tersebar di setiap kota kecamatan. Sehingga prospek pemasaran kedepannya akan lebih baik. Ditambah lagi dengan lokasi usaha yang kami dirikan berdara di tengah kota yang mudah di capai oleh alat transfortasi.
            Kami berkeyakinan usaha ini akan bertahan dan berkembang, karena belum adanya usaha di bidang suplayer bahan baku ( Ikan Lele, Nila, Ayam dan Bebek ) karena selama ini para pedagang mencari dan menbeli sendiri bahan bakunya di pasar – pasar maupun dari para peternak.
            Harga yang kami tawarkan cukup bervariasi dan menguntungkan, karena harga yang kami tawarkan kepada pedagang cukup bersaing dengan harga pasaran yang biasa mereka beli selama ini. Para pedangan juga akan mendapat keuntungan yang maksimal karena tidak akan adanya bahan baku yang tidak terpakai apalagi terbuang karena barang yang kami jual sudah kami seleksi dan kemas dengan baik.
            Produk ini kami salurkan dengan sistem antar jemput, sesuai dengan waktu dan pesanan para pedagang sehingga para pedagang dapat menghemat waktu karena mereka tidak mesti harus kepasar untuk membeli bahan bakunya.

Aspek Operasi
.Ikan lele, Ikan Nila, ayam dan bebek yang kita beli dari para peternak kita tampung terlebih dahulu di penampungan yang telah disediakan lalu baru disortir dan seleksi sesuai dengan kebutuhan para pedangan.
Agar bahan baku  tetap terjaga kesegaran dan kwalitasnya sebelum diantarkan, sudah kita kemas dan wadahi kedalam plastik yang terlebih dahulu di berikan oksigen.
Produk atau bahan baku yang kami tawarkan terlebih dahulu kami seleksi dan dikemas sesui dengan permintaan atau pesanan para pedangan, baik yang setengah jadi atau masih bahan mentah.
Proses yang kita jalani sangat efektif dan efesien, karena para pedagang tinggal menghubungi layanan yang kami sediakan. Apalagi lokasi usaha yang kami dirikan berada di lokasi yang sangat strategis dan mudah di jangkau alat tranfortasi.

Aspek Keuangan

Modal awal :

1.        Modal Bersama ( @Rp.10.000.000 )                        Rp. 50.000.000.-
2.        Pinjaman Dari Bank                                                  Rp. 50.000.000,- +
                                     Total                                    Rp. 100.000.000,-
 Beban Usaha dan Biaya Operasional :
1.        Kontrak tempat usaha                                                  Rp. 10.000.000,-
2.        Alat transportasi (Sewa Mobil & Operasional/Buln )   Rp. 7.000.000,-
3.        Gaji karyawan    (3 0rang/bulan)                                            Rp. 3.500.000,-
4.        Pembelian bahan baku perminggu:

A.       Ikan lele       ( 20 pelanggan x 7 kg x 15.000 )            Rp. 14.700.000,-
B.       Ikan Nila      ( 20 pelanggan x 5 kg x 20.000 )              Rp. 14.000.000,-
C.       Ayam           ( 20 pelanggan x 7 kg x 25.000 )              Rp. 24.500.000,- 
D.       Bebek           ( 20 pelanggan x 3 kg x 30.000 )              Rp. 12.600.000,- +
                         Total                                   Rp. 86.300.000,-            
    Perhitungan Laba yang di iterima perbulan :
Harga jual Perminggu
a.         Ikan Lele ( 20 x 7kg x 20.000,- )                                         Rp. 19.600.000,-
b.        Ikan Nila ( 20 x 5kg x 28.000,- )                                         Rp. 19.600.000,-
c.         Ayam      ( 20 x 7kg x 34.000,- )                                         Rp. 33.320.000,-
d.        Bebek      ( 20 x 3kg x 38.000,- )                                        Rp. 15.960.000,- +
                                     Total                                         Rp. 88.480.000,-
Keuntungan Perminggu :
 Rp. 88.480.000,- (Harga Jual) – Rp. 65.800.000,- (Harga Beli) =  Rp. 22.680.000,- 
Keuntungan Perbulan :
Rp. 22.680.000,- ( Keuntungan Perminggu)   x 4                                =  Rp. 90.720.000,-
Keuntungan bersih Perbulan :
Rp. 90.720.000,- ( Laba ) – Rp. 76.300.000,-(Beban Biaya)       =  Rp. 14.420.000,-

Kamis, 07 Agustus 2014

WAWASAN NUSANTARA



PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA
Istilah wawasan nusantara terdiri dari dua buah kata yakni wawasan dan nusantara. Wawasan berasal dari kata “wawas” yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan inderawi. Akar kata ini membentuk kata “mawas” yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Sehingga wawasan dapat berarti cara pandang, cara meninjau, atau cara melihat. Sedangkan Nusantara berasal dari kata “nusa” yang berarti pulau – pulau, dan “antara” yang berarti diapit di antara dua hal (dua benua yaitu benua Asia dan benua  Australia serta dua samudera yakni samudera Pasifik dan samudera Hindia).
Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang falsafah pancasila, latar belakang pemikiran aspek kewilayahan, aspek sosial budaya, dan aspek kesejarahan, terbetuklah satu wawasan nasional indonesia yang disebut wawasan nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai ini berkembang sebagai berikut:
1).Pengertian wawasan nusantara berdasarkan ketetapan majelis permusyawarahan rakyat tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut: wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
2).Pengertian wawasan nusantara menurut prof. Dr. Wan usman (Ketua Program S-2 PKN – UI ) “wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”. Hal tersebut disampaikannya saat lokakarya wawsan nusantara dan ketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000. Ia juga menjelaskan bahwa wawasan nusantara merupakan geopolitik indonesia.
3).Pengertian wawasan nusantara, menurut kelompok kerja wawasan nusantara, yang diusulkan menjadi ketetapan majelis permusyawaratan rakyat dan dibuat di Lemhanas tahun 1999 adalah sebagai berikut: “cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berseragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.” Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita – cita nasionalnya. Sedangkan arti dari wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita – cita nasionalnya. Dengan demikian wawasan nusantara berperan untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelengaraan kehidupannya serta sebagai rambu – rambu dalam perjuanagan mengisi kemerdekaan. Wawasan nusantara sebagai cara pandang juga mengajarkan bagaimana pentingnya membina persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan bangsa dan negara dalam mencapai tujuan dan cita – citanya.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara diantaranya:
a.        Wilayah (geografi).
·         Asas Kepulauan (archipelagic principle)
·         Kepulauan Indonesia
·         Konsep tentang Wilayah Lautan.
·         Karakteristik Wilayah Nusantara.
·         Geopolitik dan Geostrategi.
ŸGeopolitik ¨Geografi mempelajari fenomena geografi dari aspek politik, sedangkan geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dalam menentukan alternatif kebijakan nasional untuk mewujudkan tujuan tertentu. Prinsip-prinsip dalam geopolitik menjadi perkembangan suatu wawasan nusantara.
Ÿ Geostrategi ¨Geostrategi adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan keinginan politik. Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk negara dan bangsa Indonesia adalah kenyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek, disamping aspek aspek geografi juga dari aspek . Aspek demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam.
KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUJUAN WAWASAN NUSANTARA.
1. Kedudukan.
a Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai serta mewujudkan cita- cita dan tujuan nasional.
a Wawasan nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut:
1).Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil.
2).Undang-undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
3).Wawasan nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan visional.
4).Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional atau sebagai kebijaksanaan nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.
2. Fungsi
a Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala jenis kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Tujuan
a Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mementingkan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa, atau daerah. Hal tersebut bukan berarti menghilangkan kepentingan-kepentingan individu, kelompok, suku bangsa,atau daerah.
SOSIALISASI/PEMASYARAKATAN WAWASAN NUSANTARA.
Untuk mempercepat tercapainya tujuan wawasan Nusantara,perlu juga dilakukan pemasyarakatan materi Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemasyarakatan Wawasan Nusantara tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut:
—Menurut sifat/ atau cara penyampaian, yang dapat dilaksanakan sebagai berikut
a).Langsung:ceramah, diskusi, dialog, tatap muka.
b).Tidak langsung:media elektronik dan media cetak.
—Menurut metode penyampaian yang berupa :
a).Keteladanan a Melalui metode penularan keteladanan dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari kepada lingkungannya serutama dengan memberikan contoh-contoh berpikir, bersikapdan bertindak mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga timbul semangat kebangsaan yang selalu cinta tanah air.
b).Edukasi : melalui metode pendekatan formal dan informal. Pendidikan dormal ini dimulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, pendidikan karier di semua strata dan bidang profesi, penataran, kursus dan sebagainya. Sedangkan pendidikan non-formal dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, pemukiman, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan.
c).Komunikasi :  Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi wawasan nusantara melalui metode komunikasi adalah tercapainya hubungan komunikatif secara baik yang akan mampu menciptakn iklim saling menghargai, menghormati, mawas diri, dan tenggang rasa sehingga terciptanya kesatuan bahasa dan tujuan tentang wawasan nusantara.
d).Integrasi : Tujuan yang ingin dicapai dari pemasyarakatan/sosialisasi wawasan nusantara melalui metode ini adalah terjalinnya pemahaman tentang wawasan nusantara akan membatasi sumber konflik di dalam tubuh bangsa Indonesia baik pada saat ini maupun di masa mendatang dan akan memantapkan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional dan cita-cita tujuan nasional.Dalam melaksanakan pemasyarakatan, lingkup materi wawasan nusantara yang disampaikan hendaknya disesuaikan dengan tingkat, jenis, serta lingkungan pendidikan agar materi yang disampaikan tersebut dapat mengerti dan dipahami.

ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA

1. Arah Pandang Ke Dalam
Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan.
2. Arah Pandang Ke Luar
Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada Pembukaan UUD1945.

UNSUR-UNSUR DASAR WAWASAN NUSANTARA
Wadah
1.        Wujud Wilayah.
Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh perairan. Oleh karena itu Nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan didalamnya. Setelah bernegara dalam negara kesatuan Republik Indonesia, bangsa indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagi kegiatn kenegaraan dalam wujud suprastruktur politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah lembaga dalam wujud infrastruktur politik. Letak geografis negara berada di posisi dunia antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan antara dua benua, yaitu banua Asia dan benua ×Australia. Perwujudan wilayah Nusantara ini menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan.
2.        Tata Inti Organisasi.
Bagi Indonesia, tata inti organisasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara kekuasaaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Kedaulatan di tangan rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sistem pemerintahan, menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan bersadarkan UUD 1945. Indonesia adalah Negara hukum( Rechtsstaat ) bukan Negara kekuasaan ( Machtsstaat ).
3.        Tata Kelengkapan Organisasi.
Wujud tata kelengkapan organisasi adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organisasi masyarakat, kalangan pers seluruh aparatur negara. Yang dapat diwujudkan demokrasi yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan secara ideal berdasarkan dasar filsafat pancasila.
Isi Wawasan Nusantara.
Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional. Isi menyangkut dua hal yang essensial, yaitu:
a).Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
b).Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
Isi wawasan nusantara tercemin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia meliputi:
a).Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan:
1).Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
2).Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
3).Pemerintahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
b).Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh meliputi:
1).Satu kesatuan wilayah nusantara yang mencakup daratan perairan dan dirgantara secara terpadu.
2).Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.
3).Satu kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “Bhinneka Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum.
4).Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.
5).Satu kesatuan pertahanan dan keamanan dalam satu system terpadu, yaitu sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).
6).Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.
Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua Segi, Batiniah dan Lahiriah
Tata laku merupakan dasar interaksi antara wadah dengan isi, yang terdiri dari tata laku tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa indonesia, sedang tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan , perbuatan, dan perilaku dari bangsa idonesia. Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian.
Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangga dan tanah air sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalm segala aspek kehidupan nasional.
HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA
Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang.


Daftar Pustaka
Suradinata,Ermaya. (2005). Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI.Jakarta: Suara Bebas. Hal 12-14.
Sunardi, R.M. (2004). Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta:Kuaternita Adidarma. ISBN 979-98241-0-9,9789799824103.Hal 179-180.
Alfandi, Widoyo. (2002). Reformasi Indonesia: Bahasan dari Sudut Pandang Geografi Politik dan Geopolitik. Yogyakarta:Gadjah Mada University. ISBN 979-420-516-8, 9789794205167.
Hidayat, I. Mardiyono, Hidayat I.(1983). Geopolitik, Teori dan Strategi Politik dalam Hubungannya dengan Manusia, Ruang dan Sumber Daya Alam. Surabaya:Usaha Nasional.Hal 85-86.
Sumarsono, S, et.al. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal 12-17.